Saturday, August 28, 2010

Lunatic Meminta Luna Maya Kembali Ke “Dahsyat”


Glosariumku


. Selain banyak mendapat ucapan selamat dan hadiah di hari ulang tahunnya, Luna Maya juga diminta kembali mengisi program acara musik Dahsyat bersama Raffi Ahmad dan Olga Syahputra. Ajakan ini datang dari salah satu Lunatic, sebutan untuk penggemar Luna, saat mengadakan perayaan ulang tahun Luna yang ke-27 sekaligus buka puasa bersama di Jalan Alam Elok VIII No 34, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Kamis (26/8/2010) malam.


“Kak Luna, ayo dong ke Dahsyat lagi. Kita semua kangen melihat kak Luna di Dahsyat. Kak Luna pasti kangen juga kan sama kak Raffi dan kak Olga,” ujar salah satu Lunatic.


Mendengar perkataan itu, Luna hanya tersenyum. Lunatic yang hadir kebanyakan memang penonton yang biasa hadir di acara Dahsyat. Kekasih Ariel itu pun meminta penggemar untuk tetap setia menonton Dahsyat, meski bukan dipresenteri dirinya lagi.


“Aku masih sering nonton kalian pagi-pagi. Wajah kalian jangan terlihat lesu kalau pagi-pagi. Harus tetap semangat ya, datang ke Dahsyat pagi-pagi,” pesan Luna kepada penggemarnya.


Mendapat perlakuan istimewa dari penggemar, membuat Luna terlihat bahagia. Padahal tepat di hari ulang tahunnya, Luna masih harus menjalani wajib lapor atas kasus video porno bersama Ariel. Luna pun tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada penggemar yang terus mendukungnya.


“Terima kasih ya, semuanya. Semoga semua doanya untuk aku diterima, Amin,” pungkasnya sambil tersenyum.


:iloveindonesia
Sayap Equipment by Persona


Terima Kasih Atas Kunjungan nya...




Jepang Pamerkan Ruang Eksekusi Mati ke Media http://fenz-capri.blogspot.com/2010/08/jepang-pamerkan-ruang-eksekusi-mati-ke.html


Glosariumku



Ruangan eksekusi

Jepang yang dikenal sebagai salah satu negara maju yang masih mempertahankan hukuman mati, memamerkan ruang eksekusi mati kepada media.


Langkah yang diambil Pemerintah Jepang dilakukan setelah satu bulan lalu Menteri Kehakiman Keiko Chiba, mengumumkan pengkajian ulang mengenai pelaksanaan hukuman mati usai dirinya melihat langsung proses eksekusi mati. Demikian diberitakan AFP, Sabtu (28/8/2010).

Selama ini Menteri Chiba memang dikenal sebagai penentang keras pelaksanaan hukuman mati. Memperbolehkan media untuk meliput lokasi eksekusi mati di negara merupakan desakan dari pihak Kementerian Kehakiman Jepang sendiri.

Di ruangan tersebut media Jepang dapat melihat langsung ruang eksekusi yang berdinding kaca di Tokyo. Di tempat itu, biasanya para tahanan mati menjalani hukuman dengan cara digantung.

Ruangan berwarna merah dan dilengkapi salib pada lantainya yang berwarna putih, menandai tepat berdirinya tahanan sebelum akhirnya eksekusi dimulai.

Ruangan tersebut juga dilengkapi dengan patung Budha berwarna emas yang digunakan para tahanan sebelum menjalani hukuman mati.

Tentang Laki-Laki: Ciri-Ciri Gay


Glosariumku



Apakah anda tahu Ciri-Ciri Gay seperti apa? mari kita cari tahu. Gay umumnya suka memakai baju yang ketat, biar keliatan lekuk tubuhnya. Karena bentuk body bagi seorang gay adalah nilai jual tersendiri. Umumnya, para gay lebih senang memakai warna mencolok. Saat ngobrol, bisa diketahui melalui gaya bicaranya. Umumnya, para gay ini terlihat sangat feminim dan perhiasan yang dikenakannya pun cenderung “ramai”. Katanya sih, itu merupakan alat komunikasi sesama gay.


Para gay juga umumnya suka berpenampilan yang rapi dan terlihat seperti wanita. Ciri lainnya, mereka selalu tertarik pada aktivitas yang biasanya dilakukan wanita. Para homo ini sukanya berpenampilan yang rapi, kebanyakan pake parfum yang baunya norak. Pakaian yang digunakan pun cenderung lain dari yang lain, bahkan kebanyakan norak, agar menarik perhatian.


Pribadi mereka cenderung pendiam, tertutup, nggak suka bergaul dengan banyak orang. Cuman ngomong seadanya dan cenderung lembut. Tapi, banyak juga para gay yang sulit dikenali secara umum, karna mereka cenderung memiliki ciri khas tersendiri. Ada cerita neh, berdasarkan pengalaman seorang teman kami yang pernah didekati oleh seorang gay.


Awalnya, dia tidak tahu kalo sosok teman yang baru dikenalnya itu adalah seorang gay. Karna mereka berkenalan di sebuah tempat fitnes. Gay yang dikenalnya ini memiliki perawakan yang bagus. Tinggi, besar, cakep seperti seorang fitnes trainer gitu. Nggak ada satu pun ciri-ciri di atas yang ditemukan pada sosok pria ini.


Namun, setelah beberapa kali berbincang-bincang dan bergaul dengannya. Teman kami ini baru menemukan suatu kecurigaan pada sosok pria ini. Karena selama ngobrol yang berulang-ulang kali, kedapatan sang pria ini membicarakan hal-hal yang berbau homo. Awalnya memang tidak nampak. Tapi lama-kelamaan, kita kan mengenali dari bahan pembicaraannya. Padahal, sikap dan pakaiannya seperti orang straight loh.


Dari sini kita bisa mengenali bahwa, tidak semua kaum gay itu bisa benar-benar dikenali dari cara pakaian, aksesoris dan gaya mereka. Emang sih, sebagian besar iya. Namun ada gay-gay lain yang terselubung, dan hanya bisa dikenali ketika kita bergaul dengan mereka.

Sumber : http://lafablo9.blogspot.com/Ciri-Ciri Gay


Baca Juga yang ini :



By :iloveindonesia
Sayap Equipment by Persona


Terima Kasih Atas Kunjungan nya...




Monday, August 16, 2010

Vancouver

We arrived home to find that we had new neighbours. This will be my one attempt at cute.

For those of you who haven't seen "Best Before", this trailer will give you some idea of what it is all about. If you saw the play in Vancouver, you will definitely want to watch this. You may see yourself. Check out http://www.youtube.com/watch?v=hDcjIumU14M

Shower the Bride!

My awesome cousin, Kaity is getting married soon and this weekend we through her a shower. Our theme was a tea party and it turned out so cute!!! I hope she had as much fun as I did. :)

















Mr. Darcy and Elizabeth



Adam and Eve



Prince Charming and Cinderella



Superman and Lois Lane



Lanclot and Guenivere



Barbie and Ken



Princess Leia and Hans Solo



Westly and Buttercup














































Love you Kate!!!

Sunday, August 1, 2010

Back Home

We have been home for about a week now. Catching up before the next trip at the end of August. We both arrived home the same day, though I was beginning to worry when the first three flights of the day left Mexico City full, which means without me. All worked out in the end.

After the close of "Best Before" the farewells were interesting since people are going different places and not everyone will be with each of the future performances. So we heard, "see you in Vancouver""see you in Denmark""see you in Geneva" etc.

We spent a few days sightseeing in Mexico City. We spent one whole day at the Museun of Anthropology, which was overwhelming. You can't really take it all in in one day. Most of the rest of our time was spent wandering the streets, taking in the sights and smells. Especially the bakeries that are a big as our neighbourhood supermarket. We took time to wander the halls of the great public buildings that house many of the fantastic murals, most notably those by Diego Rivera.


The Angel is the symbol of Mexican independence. Mexico is making big plans for its bicentennial this year. The countdown clock in the zocolo indicates that the official timing for the event is in mid September, but they are getting ready now.



I have mentioned that the audiences in Mexico were the most involved. As an English speaker, I don't know how much Conde had to do with that, but he was dynamic on stage. Here he is in action

Sunday, July 18, 2010

la Zona Rosa

As we were coming back to the hotel after a post show dinner last night, we found that la Zona Rosa is a center of nightlife in the city. It was about midnight and we were passing through the western edge of the district. It seemed that there were about four nightclubs per block with music blaring from the open doors and windows. Places that didn't seem to exist in the daytime. Since it was mostly electronica, it didn't entice us older folks, and even the younger members of our troupe didn't stop.

Since it was nearly 2am when we finally got to bed, we were not pleased when they started a sound check for a labour rally, at window rattling decibels, in the street just below our window at 8:30am. Returning at 8:30pm from this evening's show, we caught the last number of the band that was playing the wrap-up of the rally.

The nice thing is that Paseo Reforma was turned over to bikes for most of today and traffic was relatively light all through the neighbourhood.

"Best Before" had its last show here tonight and the audience upheld the high standards of the shows in Mexico. There is now about a six week break before starting the fall tour. We are spending a few more days here in Mexico City before heading home.